Sabtu, 20-12-2009
angan film “2012” pada mid November yang menyajikan rekaan kiamat yang melanda dunia yakni Akhir Zaman Siklus Besar Maya yang bertepatan dengan tanggal 21 Desember Tahun 2012 kemudian tiba-tiba muncul himbauan tokoh agama yang melarang khalayak ummat untuk menyaksikan film tersebut.Seperti halnya orang awam yang terkadang sepertinya tidak dengan jelas mengetahui sama sekali ada apa hakekat sebenarnya yang menjadikan film adalah terlarang untuk menjadi tontonan, maka hal demikian pun persis pula seperti kondisi kebanyakan orang kalangan awam terkadang sama sekali tidak menyadari betapa dalam setiap sisi aktivitas komputasi komputer maupun akses komunikasi sehari-hari dalam era digital masa kini yang berjalan dengan serba mulus, sesungguhnya dibalik layar berlangsung penerapan operasi logika bilangan binary system yang berjalan seakan tanpa henti.
Heboh film “2012” sepantasnya didudukkan pertama kali untuk dimengerti bahwa sajian ini semata hiburan tontonan yang memang menyajikan sebentuk kiamat versi parsial ---yang berarti bukan kiamat total kehancuran dunia--- serta selanjutnya diterangkan dengan uraian kedua yakni upaya mengerti atas hitungan kalender Maya yang tersembunyi dibalik layar.
Masyarakat pun sebenarnya telah pernah dengan selamat melewati semacam heboh yang sesungguhnya berskala lebih meluas serta tidak kalah mencekam: “Y2K” ---kondisi kekacauan operasi komputerisasi berskala global : “crash” berhubung sebagian besar komputer yang diperkirakan bakal kacau berhubung tidak memiliki kelanjutan yang tepat untuk unjuk kerja sistem waktu “clock calendar” pada mesin komputer sewaktu melewati angka maks 99 (31 Desember 1999 pukul 23:59 lalu memasuki 1 Jan 2000 pukul 00:00).
Sistem penanggalan Maya memiliki periode 260 hari yang dikenal sebagai Kalender Tzolkin. Disamping juga mengenal sistem penanggalan yang berdasarkan periode 365 hari (periode Matahari) yang dikenal sebagai kalender Haab. Kemudian Suku Maya mengkombinasikan kedua sistem kalender tersebut membentuk siklus periode yang akan berakhir setelah 52 Haab (52 tahun atau kisaran satu generasi) setara dengan 18.980 hari yang kemudian dikenal dengan nama “calendar round”. Sistem kalender ini sangat baik dalam mengingat tanggal kelahiran dan prosesi keagamaan. Dengan demikian sistem kalender seperti ini tidak dapat merekam sejarah yang lebih tua dari 52 tahun.
Berhubung tidak bisa merekam sejarah yang lebih tua dari 52 tahun, maka Suku Maya memiliki solusi lain yaitu dengan memperluas jangkauan “calendar round” yang dikenal dengan sistem “long count”. Sistem ini berdasarkan kalkulasi numerik dan kepercayaan dengan siklus unit 13 dan 20. Sistem ini dimulai dari angka 0.0.0.0.0. Tiap angka 0 merepresentasikan sebagai angka dari 0 hingga 19 dan setiap angka merupakan perhitungan hari-hari Suku Maya. Perhitungannya sebagai berikut. Hari pertama dimulai dengan 0.0.0.0.1 dan untuk hari ke-19 menunjukkan 0.0.0.0.19 jika mencapai angka 20 maka akan menjadi 0.0.0.1.0. Untuk satu tahun (360 hari) menunjukkan 0.0.1.0.0. Jika kalender 0.1.0.0.0.0 menunjukkan 20 tahun Maya atau 19,715 tahun Matahari, dan seterusnya.
Apabila Suku Maya memberlakukan penanggalan sistem “long count” yang diawali dari tanggal 0.0.0.0.0 yang bertepatan pada tanggal 11 Agustus 3114 (Sebelum Masehi) untuk kemudian berakhir pada 13.0.0.0.0 ( 5125,9 tahun kemudian ) ---yakni bertepatan pada tanggal 21 Desember 2012--- Suku Maya percaya bahwa tanggal 13.0.0.0.0 akan muncul suatu “pencerahan” walau secara eksplisit ini pun bukan berarti kiamat dunia !
Ada pun fakta bahwa Suku Maya tidak mendesain penanggalan setelah 21 Desember 2012 adalah sesuai dengan perhitungan Suku Maya yang berdasarkan siklus 13 dan 20.
Pertanyaan yang pantas muncul kemudian apakah sistem ini setelah 13.0.0.0.0 akan dimulai kembali pada titik awal penanggalan 0.0.0.0.0 atau dilanjutkan hingga 20.0.0.0.0 (sekitar 8000 Masehi) lalu setelahnya barulah kembali pada 0.0.0.0.0 ?
Setiap siklus boleh berakhir namun siklus baru akan kembali muncul berulang... Serupa halnya betapa setiap warga dunia yang hidup pada Era Informasi zaman digital masa kini agar sepantasnya dapat bersikap positif dalam menyambut setiap “pencerahan” pada masa bumi sekarang yang jelas-jelas tengah krisis diambang bahaya ancaman nyata : Global Warming !
Sumber: Ragam info web. / Chairil Hakim

RSS Feed (xml)





