Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sunday, December 20, 2009

Heboh film “2012” dan hitungan kalender Maya yang tersembunyi dibalik layar.

Sabtu, 20-12-2009

Masyarakat Indonesia sempat mendapat kejutan ketika dalam suasana heboh daya tarik penayangan film “2012” pada mid November yang menyajikan rekaan kiamat yang melanda dunia yakni Akhir Zaman Siklus Besar Maya yang bertepatan dengan tanggal 21 Desember Tahun 2012 kemudian tiba-tiba muncul himbauan tokoh agama yang melarang khalayak ummat untuk menyaksikan film tersebut.

Seperti halnya orang awam yang terkadang sepertinya tidak dengan jelas mengetahui sama sekali ada apa hakekat sebenarnya yang menjadikan film adalah terlarang untuk menjadi tontonan, maka hal demikian pun persis pula seperti kondisi kebanyakan orang kalangan awam terkadang sama sekali tidak menyadari betapa dalam setiap sisi aktivitas komputasi komputer maupun akses komunikasi sehari-hari dalam era digital masa kini yang berjalan dengan serba mulus, sesungguhnya dibalik layar berlangsung penerapan operasi logika bilangan binary system yang berjalan seakan tanpa henti.
Heboh film “2012” sepantasnya didudukkan pertama kali untuk dimengerti bahwa sajian ini semata hiburan tontonan yang memang menyajikan sebentuk kiamat versi parsial ---yang berarti bukan kiamat total kehancuran dunia--- serta selanjutnya diterangkan dengan uraian kedua yakni upaya mengerti atas hitungan kalender Maya yang tersembunyi dibalik layar.
Masyarakat pun sebenarnya telah pernah dengan selamat melewati semacam heboh yang sesungguhnya berskala lebih meluas serta tidak kalah mencekam: “Y2K” ---kondisi kekacauan operasi komputerisasi berskala global : “crash” berhubung sebagian besar komputer yang diperkirakan bakal kacau berhubung tidak memiliki kelanjutan yang tepat untuk unjuk kerja sistem waktu “clock calendar” pada mesin komputer sewaktu melewati angka maks 99 (31 Desember 1999 pukul 23:59 lalu memasuki 1 Jan 2000 pukul 00:00).

Sistem penanggalan Maya memiliki periode 260 hari yang dikenal sebagai Kalender Tzolkin. Disamping juga mengenal sistem penanggalan yang berdasarkan periode 365 hari (periode Matahari) yang dikenal sebagai kalender Haab. Kemudian Suku Maya mengkombinasikan kedua sistem kalender tersebut membentuk siklus periode yang akan berakhir setelah 52 Haab (52 tahun atau kisaran satu generasi) setara dengan 18.980 hari yang kemudian dikenal dengan nama “calendar round”. Sistem kalender ini sangat baik dalam mengingat tanggal kelahiran dan prosesi keagamaan. Dengan demikian sistem kalender seperti ini tidak dapat merekam sejarah yang lebih tua dari 52 tahun.
Berhubung tidak bisa merekam sejarah yang lebih tua dari 52 tahun, maka Suku Maya memiliki solusi lain yaitu dengan memperluas jangkauan “calendar round” yang dikenal dengan sistem “long count”. Sistem ini berdasarkan kalkulasi numerik dan kepercayaan dengan siklus unit 13 dan 20. Sistem ini dimulai dari angka 0.0.0.0.0. Tiap angka 0 merepresentasikan sebagai angka dari 0 hingga 19 dan setiap angka merupakan perhitungan hari-hari Suku Maya. Perhitungannya sebagai berikut. Hari pertama dimulai dengan 0.0.0.0.1 dan untuk hari ke-19 menunjukkan 0.0.0.0.19 jika mencapai angka 20 maka akan menjadi 0.0.0.1.0. Untuk satu tahun (360 hari) menunjukkan 0.0.1.0.0. Jika kalender 0.1.0.0.0.0 menunjukkan 20 tahun Maya atau 19,715 tahun Matahari, dan seterusnya.

Apabila Suku Maya memberlakukan penanggalan sistem “long count” yang diawali dari tanggal 0.0.0.0.0 yang bertepatan pada tanggal 11 Agustus 3114 (Sebelum Masehi) untuk kemudian berakhir pada 13.0.0.0.0 ( 5125,9 tahun kemudian ) ---yakni bertepatan pada tanggal 21 Desember 2012--- Suku Maya percaya bahwa tanggal 13.0.0.0.0 akan muncul suatu “pencerahan” walau secara eksplisit ini pun bukan berarti kiamat dunia !
Ada pun fakta bahwa Suku Maya tidak mendesain penanggalan setelah 21 Desember 2012 adalah sesuai dengan perhitungan Suku Maya yang berdasarkan siklus 13 dan 20.
Pertanyaan yang pantas muncul kemudian apakah sistem ini setelah 13.0.0.0.0 akan dimulai kembali pada titik awal penanggalan 0.0.0.0.0 atau dilanjutkan hingga 20.0.0.0.0 (sekitar 8000 Masehi) lalu setelahnya barulah kembali pada 0.0.0.0.0 ?
Setiap siklus boleh berakhir namun siklus baru akan kembali muncul berulang... Serupa halnya betapa setiap warga dunia yang hidup pada Era Informasi zaman digital masa kini agar sepantasnya dapat bersikap positif dalam menyambut setiap “pencerahan” pada masa bumi sekarang yang jelas-jelas tengah krisis diambang bahaya ancaman nyata : Global Warming !


Sumber: Ragam info web. / Chairil Hakim
Baca Selengkapnya...

Monday, October 26, 2009

Ali Yakubov, bayi dengan tulisan ayat Al-Qur'an di kulitnya



Subhanallah, satu lagi kebesaran Allah s.w.t yang ditunjukkan-Nya lewat seorang bayi berumur 9 bulan yang bernama Ali Yakubov, berasal dari daerah Dagestan, yang berdekatan dengan Chechnya, selatan Rusia. Muncul tulisan Arab ayat Al-Qur'an di kulit tubuh bayi ini beberapa hari sejak dia dilahirkan.

Menurut ibunya, Madina Yakubov, tulisan ayat Al-Qur'an itu muncul di punggung, lengan, kaki, dan perut Ali Yakubov. Para ahli kesehatan tidak mampu menjelaskan kondisi misterius pada kulit Ali ini.Tulisan yang muncul di kulit Ali tersebut antara lain berbunyi : "Allah adalah yang menciptakan semua ini". Awalnya orang tua Ali Yakubov tidak menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah tersebut kepada orang lain, kecuali dokter pribadi mereka, sampai muncul tulisan yang mengatakan : "Tunjukkan tanda-tanda ini kepada orang-orang".

Tulisan Arab tersebut biasanya muncul 2 kali dalam seminggu yaitu pada hari Senin dan malam antara Kamis dan Jumat. Suhu tubuh Ali menjadi sangat tinggi hingga mencapai 40 derajat dan dia menangis. Tulisan itu secara berangsur-angsur hilang setelah tiga hari, dan kemudian muncul lagi.

Menurut salah satu pemimpin Muslim di Dagestan, Ahmedpasha Amiralaev mengatakan, “Anak ini pertanda asli dari Tuhan. Allah mengirim dia ke Dagestan untuk menghentikan perang dan ketegangan di republik kami.”

Namun, menurut Ludmila Luss, seorang dokter setempat, dia percaya bahwa ayat suci Alquran pada kulit Ali Yakubov itu kemungkinan besar akibat efek iritasi, seperti lada dan garam, atau obat-obatan, yang memicu peradangan kulit dan meninggalkan jejak merah berbentuk huruf Arab.

*sumber berita dan gambar :
1. Hidayatullah.com
2. http://international.okezone.com

Baca Selengkapnya...

Friday, October 23, 2009

Sudahkah anda membaca artikel ini ?



“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”( HR Muslim)

Apabila ada kebaikan dalam catatan ini, maka sebaiknya mari kita SEBARKAN untuk dibaca oleh orang yg kita cintai

“Orang yang menyeru (menyuruh/menasehatkan) kepada kebaikan akan memperoleh pahala seperti orang yang mengamalkan seruannya, tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sedikitpun. Sebaliknya, orang yang menyeru kejahatan akan mendapatkan dosa seperti orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi dosa orang yang mengamalkannya sedikitpun.” (HR. Muslim)

SEBARKAN CATATAN INI

Baca Selengkapnya...

" Di Balik Fenomena FacebooK " (Rugi Kalau tidak dibaca)


Ketika perpecahan keluarga menjadi tontonan yang ditunggu dalam sebuah episode infotainment setiap hari.

Ketika aib seseorang ditunggu-tunggu ribuan mata bahkan jutaan dalam berita-berita media massa.

Ketika seorang celebritis dengan bangga menjadikan kehamilannya di luar pernikahan yang sah sebagai ajang sensasei yang ditunggu-tunggu ...’siapa calon bapak si jabang bayi?’
Ada khabar yang lebih menghebohkan, lagi-lagi seorang celebrities yang belum resmi berpisah dengan suaminya, tanpa rasa malu berlibur, berjalan bersama pria lain, dan dengan mudahnya mengolok-olok suaminya.

Wuiih......mungkin kita bisa berkata ya wajarlah artis, kehidupannya ya seperti itu, penuh sensasi.Kalau perlu dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, aktivitasnya diberitakan dan dinikmati oleh publik.
Wuiiih......ternyata sekarang bukan hanya artis yang bisa seperti itu, sadar atau tidak, ribuan orang sekarang sedang menikmati aktivitasnya apapun diketahui orang, dikomentarin orang bahkan mohon maaf ....’dilecehkan’ orang, dan herannya perasaan yang didapat adalah kesenangan.


Fenomena itu bernama facebook, setiap saat para facebooker meng update statusnya agar bisa dinikmati dan dikomentarin lainnya. Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga, menjadi kebanggaan di statusnya. Lihat saja beberapa status facebook :
Seorang wanita menuliskan “Hujan-hujan malam-malam sendirian, enaknya ngapain ya.....?”------kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan, bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin? Dijamin puas deh...”

Seorang wanita lainnya menuliskan “ Bangun tidur, badan sakit semua, biasa....habis malam jumat ya begini...:” kemudian komen2 nakal bermunculan...

Ada yang menulis “ bete nih di rumah terus, mana misua jauh lagi....”, ----kemudian komen2 pelecehan bermunculan.

Ada pula yang komen di wall temannya “ eeeh ini si anu ya ...., yang dulu dekat dengan si itu khan? Aduuh dicariin tuh sama si itu....” ----lupa klu si anu sudah punya suami dan anak-anak yang manis.

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya “habis minum jamu nih...., ada yang mau menerima tantangan ?’----langsung berpuluh2 komen datang.

Ada yang hanya menuliskan, “lagi bokek, kagak punya duit...”

Ada juga yang nulis “ mau tidur nih, panas banget...bakal tidur pake dalaman lagi nih” .

Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya.



Dan itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita, mata kita, telinga kita, bahkan pikiran kita.

Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook, dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitifitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya di tutup dan tidak perlu di tampilkan.

Seorang wanita dengan nada guyon mengomentarin foto yang baru sj di upload di albumnya, foto-foto saat SMA dulu setelah berolah raga memakai kaos dan celana pendek.....padahal sebagian besar yg didalam foto tersebut sudah berjilbab

Ada seorang karyawati mengupload foto temannya yang sekarang sudah berubah dari kehidupan jahiliyah menjadi kehidupan islami, foto saat dulu jahiliyah bersama teman2 prianya bergandengan dengan ceria....

Ada pula seorang pria meng upload foto seorang wanita mantan kekasihnya dulu yang sedang dalam kondisi sangat seronok padahal kini sang wanita telah berkeluarga dan hidup dengan tenang.


Rasanya hilang apa yang diajarkan seseorang yang sangat dicintai Allah...., yaitu Muhammad SAW, Rasulullah kepada umatnya. Seseorang yang sangat menjaga kemuliaan dirinya dan keluarganya. Ingatkah ketika Rasulullah bertanya pada Aisyah r.ha
“ Wahai Aisyah apa yang dapat saya makan pagi ini?” maka Istri tercinta, sang humairah, sang pipi merah Aisyah menjawab “ Rasul, kekasih hatiku, sesungguhnya tidak ada yang dapat kita makan pagi ini”. Rasul dengan senyum teduhnya berkata “baiklah Aisyah, aku berpuasa hari ini”. Tidak perlu orang tahu bahwa tidak ada makanan di rumah rasulullah....


Ingatlah Abdurahman bin Auf r.a mengikuti Rasulullah berhijrah dari mekah ke madinah, ketika saudaranya menawarkannya sebagian hartanya, dan sebagian rumahnya,
maka abdurahman bin auf mengatakan, tunjukan saja saya pasar. Kekurangannya tidak membuat beliau kehilangan kemuliaan hidupnya. Bahwasanya kehormatan menjadi salah satu indikator keimanan seseorang, sebagaimana Rasulullah, bersabda, “Malu itu sebahagian dari iman”. (Bukhari dan Muslim).


Dan fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam, hegemoni ‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’ ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu, tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga.

Dan Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita
“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).


Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat.

Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya, dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter inqilabiyah – tershibghoh, tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah, hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman, oleh orang yang mengaku sebagai teman, sebagai sahabat.

Maka jagalah kehormatan diri, jangan tampakkan lagi aib-aib masa lalu, mudah-mudahan Allah menjaga aib-aib kita.

Maka jagalah kehormatan diri kita, simpan rapat keluh kesah kita, simpan rapat aib-aib diri, jangan bebaskan ‘kesenangan’, ‘gurauan’ membuat Iffah kita luntur tak berbekas.

catatan
***"Iffah (bisa berarti martabat/kehormatan) adalah bahasa yang lebih akrab untuk menyatakan upaya penjagaan diri ini. Iffah sendiri memiliki makna usaha memelihara dan menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak halal, makruh dan tercela."

Sumber : FTJAI

Judul Asli : Ketika Iffah mulai luntur (dibalik fenomena facebook)
Baca Selengkapnya...

Tuesday, October 13, 2009

Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawwal

Dari Abu Ayyub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.”[1]


Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal, yang ini termasuk karunia agung dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, dengan kemudahan mendapatkan pahala puasa setahun penuh tanpa adanya kesulitan yang berarti[2].

Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:

Pahala perbuatan baik akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali, karena puasa Ramadhan ditambah puasa enam hari di bulan Syawwal menjadi tiga puluh enam hari, pahalanya dilipatgandakan sepuluh kali menjadi tiga ratus enam puluh hari, yaitu sama dengan satu tahun penuh (tahun Hijriyah)[3].

Keutamaan ini adalah bagi orang yang telah menyempurnakan puasa Ramadhan sebulan penuh dan telah mengqadha/membayar (utang puasa Ramadhan) jika ada, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Barangsiapa yang (telah) berpuasa (di bulan) Ramadhan…”, maka bagi yang mempunyai utang puasa Ramadhan diharuskan menunaikan/membayar utang puasanya dulu, kemudian baru berpuasa Syawwal[4].
Baca Selengkapnya...

PUASA SUNNAH

Segala pujian yang terbaik hanya milik Alloh Ta’ala yang telah mensyariatkan bagi hamba-Nya ibadah-ibadah yang sunnah di samping ibadah yang wajib. Sehingga kaum muslimin mempunyai kesempatan yang amat banyak untuk menutupi dan menambal kekurangan yang ada pada ibadah-ibadah wajib. Dan juga sebagai simpanan yang dapat memperberat timbangan di hari kiamat kelak. Di antara ibadah sunnah yang disyariatkan oleh Alloh kepada umat ini adalah puasa sunnah.

Adapun macam-macam puasa sunnah beserta keutamaannya masing-masing yaitu:

  1. Puasa enam hari di bulan Syawal, baik dilakukan secara berturutan ataupun tidak. Keutamaan puasa romadhon yang diiringi puasa Syawal ialah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim).
  2. Puasa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yang dimaksud adalah puasa di sembilan hari yang pertama dari bulan ini, tidak termasuk hari yang ke-10. Karena hari ke-10 adlah hari raya kurban dan diharomkan untuk berpuasa.
  3. Puasa hari Arofah, yaitu puasa pada hari ke-9 bulan Dzuhijjah. Keutamaan: akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang (HR. Muslim). Yang dimaksud dengan dosa-dosa di sini adalah khusus untuk dosa-dosa kecil, karena dosa besar hanya bisa dihapus dengan jalan bertaubat.
  4. Puasa Muharrom, yaitu puasa pada bulan Muharrom terutama pada hari Assyuro’. Keutamaannya adalah bahwa puasa di bulan ini adalah puasa yang paling utama setelah puasa bulan Romadhon (HR. Bukhori)
  5. Puasa Assyuro’. Hari Assyuro’ adalah hari ke-10 dari bulan Muharrom. Nabi sholallohu ‘alaihi wasssalam memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari Assyuro’ ini dan mengiringinya dengan puasa 1 hari sebelum atau sesudahnhya. Hal ini bertujuan untuk menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada hari ke-10. Keutamaan: akan dihapus dosa-dosa (kecil) di tahun sebelumnya (HR. Muslim).
  6. Puasa Sya’ban. Disunnahkan memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban. Keutamaan: bulan ini adalah bulan di mana semua amal diangkat kepada Robb semesta alam (HR. An-Nasa’i & Abu Daud, hasan).
  7. Puasa pada bulan Harom (bulan yang dihormati) yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab. Dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah pada bulan-bulan tersebut termasuk ibadah puasa.
  8. Puasa Senin dan Kamis. Namun tidak ada kewajiban mengiringi puasa hari Senin dengan puasa hari Kamis atau sebaliknya. Keduanya merupakan hari di mana amal-amal hamba diangkat dan diperlihatkan kepada Alloh.
  9. Puasa tiga hari setiap bulan. Disunnahkan untuk melakukannya pada hari-hari putih (Ayyaamul Bidh) yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan. Sehingga tidaklah benar anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa puasa pada harai putih adalah puasa dengan hanya memakan nasi putih, telur putih, air putih, dsb.
  10. Puasa Dawud, yaitu puasa sehari dan tidak puasa sehari. Keutamaannya adalah karena puasa ini adalah puasa yang paling disukai oleh Alloh (HR. Bukhori-Muslim).

Demikianlah beberapa jenis puasa sunnah yang disyariatkan dalam agama ini. Kita memohon kepada Alloh agar diberikan rasa cinta dalam diri kita terhadap amalan yang dapat mendekatkan diri ini kepadaNya.

————————————————-

*) disadur dari buletin Jumat At-Tauhid Jogja

Baca Selengkapnya...

Saturday, August 29, 2009

Menghubungi Allah SWT.

Bayangkan bila pada saat kita berdoa kita mendengarini:

Terima kasih, Anda telah menghubungi Rumah Allah ".

Pilihlah salah satu:
Tekan 1 untuk 'meminta'
Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'
Tekan 3 untuk 'mengeluh'
Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'.
Atau, bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:

"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain.Tetaplah menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."

"Bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini:
"Jika Anda mau bicara dengan Malaikat Jibril, "

tekan 1.Dengan Malaikat Mikail,
tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
tekan 4. "Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga &neraka, silahkan tunggu sampai Anda tiba disini!!"

Atau bisa juga Anda mendengar ini :

"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini, Silakan mencoba kembali esok hari."
"Kantor ini ditutup pada akhir minggu.Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi."

Alhamdulillah, Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelponNya setiap saat!!!

Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Diamendengar Anda.Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernahmendapat nada sibuk.Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.
Ketika Anda memanggil, gunakan nomor utama ini: 24434 :

2 : shalat Subuh
4 : shalat Dzuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya

Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyakkemashlahatannya, gunakanlah nomor ini : 28443483

2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Dzuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail ( Tahajjud )
3 : Shalat Witir

Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "AlQur'anul Karim & Hadits Rasul"
Langsung kontak, tanpa Operator tanpa Perantara, dan tanpa biaya.

Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun !! Berapa milyarpun manusia di bumi termasuk kita yang pada saat bersamaan membutuhkan menghubungi-Nya!! ;)Sebarkan informasi ini kepada orang-orang disekeliling kita.Mana tahu mungkin mereka sedangmembutuhkannya.

7 Kalimah ALLAHSabda Rasulullah S.A.W :

"Barang siapa hafal tujuhkalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanyawalau sebanyak buih lautan"
1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendakmelakukan sesuatu.
2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesaimelakukan sesuatu.
3. Mengucap Astaghfirullah jika lidah terselipperkataan yang tidak patut.
4. Mengucap Insya-Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala quwwata illa billah" jikamenghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi raji'uun"jika menghadapi dan menerima musibah.
7. Mengucap "Laa ilaaha illa Allah MuhammadRasulullah" sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnyaDari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu mudah-mudahan jadi boleh,karena sudah biasa.




Baca Selengkapnya...